Welcome to My Blog

Thank's For Ur coming........
Hope you'll enjoy it

Jumat, 06 April 2012

LAPORAN PERWAN unit SISTEM REPRODUKSI


HALAMAN PENGESAHAN

            Laporan Lengkap Praktikum Perkembangan Hewan dengan Judul “ Siklus Reproduksi”  yang disusun oleh :
            Nama               : Trisnawati
            NIM                : 091404006
            Kelas/Klp        : A /VII
            Jurusan            : Biologi
            Telah diperiksa dan diteliti oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.

                                                                                                             Makassar,      Desember   2010
           Koordinator  Asisten                                                                                    Asisten

           Nurul Magfirah, S.Pd                                                                      Andi. Irma Suryani, S.Pd                           Nim:  081404060



Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab




Drs. Adnan, M.S
NIP : 1965 02 201 1988 03 1 003


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup  yaitu dapat berkembang biak, sebagaimana yang kita ketahui, dengan berkembang biak maka makhluk hidup dapat mempertahankan speciesnya. Makhluk hidup seperti hewan dan manusia mampu berkembang biak karena memiliki alat atau organ – organ reproduksi yang akan berfungsi pada saat hewan dan manusia telah dewasa. Pada hewan-hewan dengan taksa yang tinggi seperti mamalia, alat-alat reproduksinya biasanya lebih terspesialisasi dan dilengkapi dengan kelamin luar.
Hewan  jantan dan betina memiliki organ-organ reproduksi khusus dimana bentuk dan fungsinya berbeda satu sama lain. Pada hewan tertentu memiliki organ reproduksi internal dan juga eksternal. Organ-organ reproduksi yang letaknya di dalam tubuh hewan  dinamakan sistem reproduksi internal, adapun yang berada di luar tubuh disebut sistem reproduksi eksternal.
Sistem reproduksi eksternal pastinya mudah diamati menggunakan mata telanjang, namun untuk mengamati sistem reproduksi internal perlu dilakukan suatu  pembedahan agar organ – organ reproduksi tersebut bisa terlihat dengan jelas. Praktikum kali ini kami akan membedah katak, mencit, dan merpati untuk melihat sistem reproduksi internal. Hal inilah yang melatarbelakangi dilakukannya praktikum yang berjudul “ Sistem Reproduksi”.
B.     Tujuan Praktikum
1.      Mengenal bagian –bagian dan susunan sistem reproduksi internal dan eksternal serta memahami fungsinya.
2.      Membandingkan sistem reproduksi pada katak, mencit dan merpati.
C.    Manfaat Praktikum
Dengan dilaksanakannya praktikum ini maka mahasiswa dapat mengenal bagian-bagian dan susunan sistem reproduksi internal dan eksternal serta memahami fungsinya. Selain itu mahasiswa juga mampu untuk membedakan sistem reproduksi berbagai species yang berbeda seperti mencit, katak, dan merpati.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Agar organisme dapat mempertahankan jenisnya, maka ia harus berkembang biak atau bereproduksi. Setiap hewan dilengkapi dengan kemampuan untuk bereproduksi. Pada hewan-hewan dengan taksa yang tiggi seperti mamalia, alat-alat reproduksinya biasanya lebih terspesialisasi dan dilengkapi dengan alat kelamin luar. Secara umum sistem reproduksi terdiri atas: kelenjar utama, saluran reproduksi, dan kelenjar asesori (Tim Pengajar, 2010).
Sistem reproduksi pada wanita terdiri atas sepasang ovarium, sepasang oviduct (tuba uterina), uterus, vagina, dan genetalia eksternal. Sistem ini mulai berfungsi sejak dimulainya menarche sampai menopause. Menarche adalah waktu pertama kali mendapatkan haid, sedangkan menopause adalah periode saat siklus menstruasi menjadi tidak teratur, dan akhirnya berhenti sama sekali (Fahrudin,2008).
Pada manusia, ovarium berbentuk amandel dengan garis tengah hingga 5 cm, dan lebar 1,5 – 3cm dan tebal berkisar 0,6 sampai 1,5cm. terdiri atas dua daerah utama adalah medulla dan korteks. Medulla mengandung beberapa pembuluh darah dan sedikit jaringan ikat longgar. Korteks terutama mengndung folikel ovarium dengan stadium perkembangan yang berbeda (Adnan, 2010).
Tuba uterina atau salpinx adalah organ berbentuk tubuler, panjangnya sekitar 12 cm, terbentang pada kesua sisi ovarium ke uterus. Tuba uterine sebagai lumen, menghubungkan rongga peritoneum dengan rongga uterus, yang digantungkan pada mesentrium disebut mesosalpinx. Uterus merupakan bagian saluran reproduksi yang merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya embrio (Adnan,2010).
Vagina adalah organ wanita atau organ hewan betina untuk kopulasi dan sebagai jalan lahir atau jalan keluar anak. Vagina merupakan saluran fibromuskular, tidak mempunyai kelenjar dan terdiri atas tiga lapisan yaitu tunika mukosa, tunika rauskularis, dan tunika adventisia. Secret berupa mucus dalam lumen vagina berasal dari kelenjar-kelenjar serviks uteri ( Pagarra, 2010).
Sistem reproduksi pada pria dimulai sejak terbentuknya hormone testosterone, yang biasanya dimulai ketika pria berumur 15 tahun. Pada usia ini, testis sudah mulai memproduksi hormone testosterone yang mempengaruhi pemasakan sel kelamin dan mempengaruhi timbulnya sifat-sifat kelamin sekunder (Fahrudin,2008).
Menurut Adnan (2010), secara umum organ reproduksi pada manusia dan mamalia jantan terdiri atas :
1. Testis , testis dewasa terletak pada suatu kantung yang disebut scrotum.
2. Vas efferent ,   
3. Epididimis,pada manusia panjang epididimis berkisar antara 4-6 m. saluran ini sangat berkelok- kelok
4. Vas defferent, berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma
5. Urethra.
Menurut Anonim (2010) Organ reproduksi pria adalah sebagai berikut:
1.      Organ reproduksi dalam terdiri atas: Testis sepasang,terletak dalam skrotum. Saluran pengeluaran (epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra). Kelenjar asesori terdiri dari: kelenjar vesikula seminalis. kelenjar prostat. kelenjar Cowper. Ke3 kelenjar Ini menjamin kehidupan dan pergerakan sperma.
2.      Organ reproduksi luar terdiri atas: Penis mengandung jaringan spon (2 corpus karvenosa dan 1 korpus spongiosum) terdapat jaringan erektil yang banyak mengandung pembuluh darah dan saraf perasa. Skrotum (kantung pelir) didalamnya berisi sepasang testis.

BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.  Waktu Praktikum
Hari/tanggal            : Selasa/  April  2010
Waktu                     : Pukul 09.10 s.d 10.00 WITA
Tempat                   : Laboratorium Biologi, Lantai III sebelah Barat              
                                 FMIPA UNM
B.  Alat dan Bahan
1.      Alat   :
a.       Papan bedah      b.  Perangkat alat seksi      c.  Pisau tajam     d.  Botol pembius   e.  Kapas
2.      Bahan :
a.       Merpati jantan dan betina                    c.  Katak jantan dan betina
b.      Mencit jantan dan betina                     d.  Klorofrm
C.    Cara Kerja
1.      Matikanlah ketiga hewan yang akan diamati. Mencit dengan cara dislokasi leher, merpati dengan memotong leher menggunakan pisau tajam, dan katak dengan memasukkannya ke dalam botol pembius kemudian dibius dengan kloroform.
2.      Meletakkan ketiga hewan tersebut ke atas papan bedah yang berbeda.
3.      Mengamati satu persatu bagian-bagian alat reproduksi ketiga hewan tersebut.
4.      Menggambar hasil pengamatan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Pengamatan
1.      Merpati ( Columbia domestica)  Betina
Merpati ( Columbia domestica)  Jantan

Keterangan :
1.      Ovarium kiri
2.      Ostium tuba
3.      Oviduk
4.      Ureter
5.      Uterus
6.      Kloaka

Keterangan :
1.      Testis
2.      Pembuluh eferensia
3.      Ginjal
4.      Saluran  deterans
5.      Rectum
6.      Kloaka
2.      Katak (Rana cancarivora)   Betina
Katak (Rana cancarivora)   Jantan

Keterangan :
1.   Saluran telur         
2.   Ginjal                    
3.   Uterus
4.   Kloaka
5.   Kantong air seni
6.   Usus besar
7.   Ovarium berisi telur
8.   Lemak
9.   Kerongkong an

Keterangan :
1.   Vas eferensia
2.   Testis
3.   Ginjal
4.   Kantong air seni
5.   Lubang kloaka
6.   Kloaka
7.   Vesikula seminalia
8.   Usus besar
9.   Ureter
3.      Mencit (Mus musculus)    Betina
             Mencit (Mus musculus)    Jantan



Keterangan :
1.   Ginjal
2.   Ovarium
3.   Tuba fallopi
4.   Uterus
5.   Serviks
6.   Vagina
7.   Kelenjar
    Klitoral
8.   Vulva
9.   Uretra
10.  Bladder
11.  Ureter
12.  Lumen uterina


Keterangan:
1.   Ginjal
2.   Vesikula seminalis
3.   Ampula
4.   Kelenjar prostat
5.   Epididimis
6.   Testis
7.   Penis
8.   Kelenjar boulburetral
9.   Vas defferent
10.  Bladder
11. Ureter
B.     Pembahasan
1.      Merpati
a.       Betina
Fertilisasi pada merpati betina merupakan reproduksi internal artinya bahwa alat/organ reproduksi terletak didalam tubuh. Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Oviduct, merupakan saluran yang berkelok-kelok yang berfungsi sebagai saluran telur. Ujung oviduk membesar menjadi uterus. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur   yang bermuara pada kloaka.
b.      Jantan
Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, dan berfungsi untuk menghasilkan sperma.  Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Vas eferensia, merupakan saluran yang berhubungan dengan epididmis dan testis. Kloaka, merupakan tempat keluarnya sperma.
2.      Katak (Rana cancarivora)
a.       Betina
 Pada betina, ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak berwarna kuning (korpus adiposum). Saluran reproduksi berupa oviduk yang merupakan saluran berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal. Oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka.
b.      Jantan
Pada amphibi jantan, testis berjumlah sepasang, berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium. Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum, terletak di bagian posterior rongga abdomen. Saluran reproduksinya yaitu, Tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus. Kloaka merupakan tempat keluarnya sperma.
3.      Mencit (Mus musculus)
a.       Betina
Ovarium, terletak berdekatan dengan saluran telur dan berfungsi untuk mengahasilkan ovum.Infudibulum, sebagai tempat terbentuknya kalaza. Oviduct, merupakan saluran yang berkelok-kelok yang berfungsi sebagai saluran telur. Uterus, sebagai saluran telur dan merupakan pelebaran dari oviduk. Vagina, merupakan organ hewan betina dan sebagai jalan keluar anak. Vulva yang berupa tonjolan pada bagian luar vagina yang merupakan organ genitalia eksterna.
b.      Jantan
Mencit telah memiliki alat kelamin luar berupa penis. Alat kelamin dalam yaitu: Testis, berjumlah dua buah terletak satu pada bagian kanan kelenjar bul bourethra dan satu di sebelah kirinya. Testis berada dalam rongga perut dan terletak pada suatu kantong yang disebut scrotum.  Epididmis, melekat pada sisi posterior testis. Yang terdiri atas tiga daerah utama, yaitu caput yang merupakan bagian kepala, corpus merupakan bagian tengah, dan cauda yang merupakan bagian ujung atau ekor yang terletak di bawah testis.  Vas defferens, merupakan kelenjar pelengkap langsung dengan saluran epididmis dan vasikula seminalis, strukturnya kecil memanjang dan berlekuk-lekuk.  Vas efferens, saluran halus yang bermuara pada kloaka.  Vesikula seminalis, merupakan kelenjar asesoris yang terdapat dalam keadaan berpasangan.


BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa:
1.       Alat reproduksi pada Mencit, katak dan merpati adalah sebagai berikut:
b.   Mencit jantan terdiri atas : penis, testis, epididmis, vas defferens, dan vasikula seminalis.
c.   Mencit betina alat reproduksinya terdiri atas : vagina, vulva, ovarium, oviduct, dan uterus.
d.        Merpati jantan alat reproduksinya terdiri atas : testis, vas efferensia, dan kloaka.
e.   Merpati betina alat reproduksinya terdiri atas : ovarium, ostium, oviduct, uterus, dan kloaka.
f.   Katak jantan alat reproduksinya terdiri atas : testis, vas defferens, vesikula, seminalis, dan kloaka.
g.  Katak betina alat reproduksinya terdiri atas : ovarium, oviduct, osrium, dan uterus.
2.  Perbedaan sistem reproduksi pada ketiganya yaitu :
            Pada hewan-hewan dengan taksa yang tinggi seperti mamalia, khususnya pada mencit  alat-alat reproduksinya biasanya lebih terspesialisasi dan dilengkapi dengan kelamin luar dan sudah kompleks dibanding dengan katak dan merpati .
B.     Saran
1.      Sebaiknya praktikan lebih serius, teliti dan berhati-hati pada saat  melakukan .
2.      Sebaiknya pihak laboratorium memperbaharui peralatan –peralatan laboratorium yang akan digunakan oleh praktikan, agar didapatkan hasil yang maksimal.
3.      Sebaiknya asisten senantiasa memberi pengarahan pada praktikan pada saat melakukan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA
Adnan. 2008. Perkembangan Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM
Adnan, Pagarra H, Azis A. 2010. Penuntun Praktikum Perkembangan Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM
Anonim. 2010. Sistem Reproduksi. Http://www.tedbio_multiplay.com.  Diakses pada tanggal 18 Desember 2010.
Fahruddin, dkk. 2008. Buku Ajar Biologi untuk SMA Kelas XI. Surakarta : Citra Pustaka
Pagarra, H dan Adnan. 2010. Struktur Hewan. Makassar : Jurusan Biologi FMIPA UNM








0 komentar:

Poskan Komentar