Pages

Welcome to My Blog

Thank's For Ur coming........
Hope you'll enjoy it

Sabtu, 07 April 2012

KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR



Keberhasilan dalam suatu proses belajar mengajar, ditunjang oleh beberapa factor, diantaranya penguasaan terhadap materi yang akan di ajarkan, dan yang tidak kalah pentingnya adalah masalah keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru. Sebagaimana yang kita ketahui, terdapat 8 jenis keterampilan dasar mengajar yaitu:
1.      Keterampilan Bertanya
2.      Keterampilan Memberi Penguatan
3.      Keterampilan Mengadakan variasi
4.      Keterampilan Menjelaskan
5.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
6.      Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
7.      Keterampilan Mengelola Kelas
8.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan

1.      Keterampilan Bertanya
Keterampilan bertanya dalam kegiatan pembelajran di kelas, bagi seorang guru merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. Melalui keterampilan ini guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Keterampilan bertanya dapat membantu guru mengurangi kebosanan, manakala selama berjam-jam guru menjelaskan maeri pelajran tanpa diselingi denan pertanyaan ketika menggunkan metode ceramah, pertanyaan akan membuat suasana kelas lebih dinamis walupun pertanyaan yang diajukan hanya sekedar pertanyaan pencingan atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir.
Ø  Dasar-dasar Pertanyaan yang baik
a)      Pertanyaan harus jelas dan mudah dimengerti oleh siswa.
b)      Dalam memberikan pertanyaan berikan informasi yang memadai untuk menjawab pertanyaan.
c)      Pertanyaan berfokus pada suatu masalah.
d)     Berikan kepada siswa waktu yang cukup mempersiapkan jawaban.
e)      Distribusikan semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata.
f)       Berikan stimulus dan respon yang ramah agar siswa tergerak dan mau menjawab pertanyaan yang diajukan.
g)      Bimbinglah siswa agar dapat menemukan jawaban sendiri dnegan baik dan benar.
Ø  Tujuan dari Keterampilan Bertanya yaitu:
a)      Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu pokok bahasan
b)      Memusatkan perhatian siswa terhadap suatu pokok bahasan
c)      Mendiaknosa kesulitan khusus yang menghambat siswa belajar
d)     Mendorong siswa mengemukakan pandangannya dalam diskusi
e)      Menguji dan mengukur hasil belajar siswa  
Ø  Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Bertanya
a. Kehangatan dan keantusiasan
b. Kebiasaan- kebiasaan yang perlu dihindari
      1). Mengulangi pertanyaan sendiri
      2). Mengulangi jawaban siswa
      3). Menjawab pertanyaan siswa
      4). Pertanyaan yang memancing jawaban serentak
      5). Pertanyaan ganda
      6). Menentukan siswa tertentu untuk menjawab.

2.      Keterampilan Memberi Penguatan
Keterampilan dasar penguatan adalah segala bentuk respons guru yang merupakan bagian dari upaya modifikasi segala tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi siswa atas perbuatan atau responsnya terhadap stimulus yang diberikan guru sebagai suatu dorongan atau koreksi. Adapun tujuan pemberian penguatan terhadap siswa adalah:
a.       Meningkatkan perhatian siswa
b.      Membangkitkan dan memelihara motivasi siswa
c.       Memudahkan siswa belajar
d.      Mengontrol dan memodifikasi tingkah laku siswa yang kurang positif serta mendorong munculnya tingkah laku yang produktif.
Ada 2 jenis penguatan yang bisa diberikan kepada siswa yaitu penguatan verbal dan nonverbal.
a)      Penguatan verbal adalah Penguatan yang diberikan menggunakan kata-kata  dapat berupa komentar seperti *pujian, *dukungan, *pengakuan, *dorongan yang dipergunakan untuk menguatkan tingkah laku dan penampilan siswa. Contohnya ”Seratus buat kamu!”, “Sangat tepat jawabanmu”, atau “Wah...cerdas kamu”, dan lain sebagainya.
b)      Penguatan nonverbal dapat dilakaukan dengan cara *Penguatan berupa mimik dan gerakan badan,  * Penguatan dengan cara mendekati,* Penguatan dengan sentuhan, * Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, * Penguatan berupa simbol atau benda, * Penguatan tak penuh.

3.      Keterampilan Mengadakan variasi
Variasi dalam mengajar adalah salah satu keterampilan guru dalam proses interaksi belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi tingkat kebosanan belajar siswa, sehingga siswa menunjukkan kembali ketekunan, kegairahan serta partisipasi dalam proses pembelajaran. Variasi dapat dilakukan berupa variasi dalam gaya mengajar, penggunaan media dan bahan pelajaran, dan pola interaksi dan kegiatan.
Ø  Tujuan Variasi Pengajaran :
a)      Membangkitkan, meningkatkan serta memelihara perhatian siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
b)      Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi belajar siswa.
c)      Memberi kesempatan kepada sisiwa untuk memperoleh cara menerima pelajaran yang disenanginya.
d)     Memupuk dan membentuk sikap posisitf siswa terhada guru di sekolah.
e)      Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya.
f)       Memberikan kemungkinan kesempatan belajar secara individual.
g)      Menyediakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar.
Ø  Komponen variasi  adalah:
a.       Variasi dalam Gaya Mengajar:
a)      Penggunaan variasi suara
b)      Pemusatan perhatian
c)      Kesenyapan
d)     Mengadakan kontak pandang
e)      Gerakan badan dan mimic
f)       Pergantian posisi guru dalam kelas
b.      Penggunaan Media dan Bahan Pelajaran
a)      Variasi alat/ bahan yang dapat dilihat (grafik, bagan, poster, diorama, specimen, gambar, film, slide)
b)      Variasi alat yang dapat didengar ( tape recorder, dll).
c)      Variasi alat yang dapat diraba dan dimanipulasi (model, topeng, patung, dll.)
c.   Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa
a)      Interaksi satu arah yaitu interaksi antara guru dan siswa, dimana guru menempatkan diri sebagaipusat interaksi terhadap seluruh siswa.
b)      Interaksi Dua arah, yaitu merupakan interaksi yang dikembangkan dari guru kepada siswa dan juga memberikan kesempatan kepada sisiwa untuk berinteraksi kepada siswa.
c)      Interaksi Multi arah yaitu pola interaksi yang dikembangkan antara guru dengan siswa dan siswa dengan guru dan juga interaksi antara siswa sendiri secara bergantian


4.      Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan menjelaskan dalam pembelajaran adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang dikelola secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain.  Menjelaskan merupakan salah satu kegiatan guru terpenting dalam proses pembelajaran. Keterampilan menjelaskan pada dasarnya merupakan keterampilan berkomunikasi secara lisan yang bersifat kelompok maupun antar personal yaitu antara guru dengan seluruh siswa atau terkadang antara seorang guru dengan seorang siswa.
Ø  Tujuan dari keterampilan menjelaskan adalah sebagai berikut:
a)      Membimbing siswa memahami dengan jelas jawaban pertanyaan “mengapa” yang mereka ajukan ataupun yang dikemukakan oleh guru
b)      Menolong siswa mendapatkan dan memahami hukum, dalil, dan prinsip-prinsip umum secara objektif dan bernalar
c)      Melibatkan murid untuk berfikir dengan memecahkan masalah-masalah atau pertanyaan
d)     Untuk mendapatkan balikan dari siswa mengenai tingkat pemahamannya dan untuk mengatasi kesalah pengertian mereka
e)      Menolong siswa untuk menghayati dan mendapatkan proses penalaran dan penggunaan bukti dalam penyelesaian keadaan (situasi) yang meragukan (belum pasti).
Ø  Prinsip-prinsip Menjelaskan
a)      Penjelasan dapat diberkan selama pembelajaran berlangsung, baik di awal, di tengah maupun di akhir pelajaran.
b)      Guru harus mengusahakan terjadinya kontak pribadi secara terus-menerus dengan siswa selama kegiatan proses penjelasan berlangsung.
c)      Guru harus menguasai, tegas, dan meyakinkan dalam menjelaskan materi pelajaran.
d)     Menguraikan materi pokok disertai dengan fakta dan data serta pendapat sendiri secara sistematis dan logis.
e)      Penjelasan harus menarik perhatian siswa dan sesuai dengan kompetensi dasar, standar kompetensi, materi pokok, dan indikato pembelajaran.
f)       Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaaan peserta didik atau menjelaskan materi stansar yang sudah direncanakan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran.
g)      Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar, dan bermakna bagi peserta didik.
h)      Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik.
5.      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
Membuka pelajaran adalah  kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan  suasana sikap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar berpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.
Kegiatan menutup pelajaran dimaksud untuk memberi gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.
Ø  Kegiatan saat menutup pelajaran :
a)        Merangkum inti pelajaran
b)        Membuat ringkasan
c)        Mengekspresikan pendapat siswa sendiri
d)       Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya
e)        Memberikan Soal-soal tertulis    

6.      Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok merupakan suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan tujuan berbagai pengalaman atau informasi mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah.
Ø  Cara Menyebarakan Kesempatan Berpartisipasi Dalam Diskusi Kelompok
a)      Mencoba memancing urunan siswa yang enggan berpartisipasi dengan mengarahkan pertanyaan langsung secara bijaksana
b)      Mencegah terjadinya pembicaraan yang serentak, dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
c)      Mencegah secara bijaksana siswa yang suka memonopoli pembicaraan
d)     Mendorong siswa untuk mengomentari urunan temannya, hingga interaksi siswa-siswa dapat ditingkatkan
e)      Meminta persetujuan siswa untuk melanjutkan diskusi dengan mengambil salah satu pendapat atau jalan tengah yang dianggap sesuai oleh guru
Ø  Ada enam ketrampilan yang harus dimiliki Guru sebagai pemimpn diskusi, yaitu:
a.       Memusatkan perhatian
Ada beberapa cara pemusatan perhatian seperti :
1.Merumuskan tujuan pada awal diskusi
2.Menyatakan masalah-masalah khusus
3.Menandai dengan cermat perubahan yang menyimpang sehingga dapat mengarahkan kembali pada topic.
4.Merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu.
b.      Memperjelas masalah
c.       Menganalisis pandangan siswa
d.      Meningkatkan kemampuan siswa, Ada beberapa cara yang dapat dilakukan seperti member pertanyaan menantang dan membuat perbedaan pendapat, memberi contoh verbal dan non-verbal, member motivasi dan dukungan pada setiap pendapat siswa.
e.       Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
f.       Menutup diskusi, Keterampilan ini menuntut pemimpin untuk membuat rangkuman hasil diskusi, member bayangan tindak lanjut diskusi, serta mengajak siswa menilai prose diskusi yang telah dilakukan.

7.      Keterampilan Mengelola Kelas
Mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan pada kondisi belajar yang optimal. “Apabila terdapat gangguan-gangguan dalam proses belajar dan guru bertindak untuk mengembalikan kesituasi belajar yang optimal maka tindakan tersebut termasuk tindakan mendisiplinkan kelas”
Ø  Tujuan Bagi Siswa Dari Pengelolaan Kelas
a)      Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap tingkah lakunya, serta sadar untuk mengendalikan dirinya;
b)      Membantu siswa mengerti akan arah tingkah laku yang sesuai dengan tatatertib kelas, dan melihat atau merasakan teguran guru sebagai suatu peringatan dan bukan peringatan
c)      menimbulkan rasa kewajiban melibatkan diri dalam tugas secara bertingkah laku secara wajar sesuai dengan aktivitas-aktivitas kelas
Ø  Tujuan Bagi Guru Dari Pengelolaan Kelas
a)      Mengembangkan pengertian dan keterampilan dalam memelihara kelancaran penyajian dan langkah-langkah pelajaran secara tepat dan baik;
b)      Memiliki kesadaran terhadap kebutuhan siswa dan mengembangkan kompetensinya dadalam memberikan pengajaran yang jelas bagi siswa
c)     Memberi respon secara efektif terhadap tingkah laku siswa yang menimbulkan gangguan-gangguan kecil atau ringan

8.      Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan bentuk mengajar klasikal biasa yang memungkinkan guru dalam waktu yang sama menghadapi beberapa kelompok kecil yang belajar secara kelompok dan beberapa orang siswa yang bekerja atau belajar secara perorangan. Format mengajar ini ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran.
Ø  Hakekat Pengajaran Kelompok Kecil Dan Perorangan:
a)      Terjadinya hubungan interpersonal yang sehat dan akrab dapat terjadi antara guru / siswa dan siswa-siswa
b)      Siswa belajar sesuai dengan keceatan, cara, kemampuan, dan minatnya sendiri
c)      Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya
d)     Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh, materi dan alat yang akan digunakan dan bahkan tujuan yang akan dicapai
Ø  Tujuan Pengajaran Kelompok Kecil Dan Perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan memungkinkan guru memberikan perhatian pada setiap siswa, serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa, mapun antara siswa dengan siswa
Ø  Komponen Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
1.      Keterampilan mengadakan pendekatan pribadi, yang ditampilkan dengan cara:
a)      Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa
b)      Mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa,
c)      Mmerespon secara positif pendapat siswa,
d)     berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman, terbantu, dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya.
2.      Keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:
a)      Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya,
b)      Memvariasikan kegiatan untuk mencegah timbulnya kebosanan siswa dalam belajar,
c)      Membentuk kelompok yang tepat,
d)     Mengkoordinasikan kegiatan,
e)      Membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa,
3.      Keterampilan membimbing dan memberi kemudahan belajar, yang ditampilkan dengan cara:
a)      Memberi penguatan secara tepat
b)       melaksanakan supervisi proses awal,
c)      Melaksanakan supervisi proses lanjut, serta
d)     Melaksanakan supervisi pemaduan
4.      Keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara;
a)      Membantu siswa menetapkan tujuan belajar,
b)      Merancang kegiatan belajar,
c)      Bertindak sebagai penasihat siswa, serta
d)     Membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendiri
Ø  Beberapa Keterampilan Dalam Pengorganisasian Kelompok Kecil Dan Perorangan
a)      Memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, atau masalah yang akan dipecahkan, sebelum kelompok/perorangan mengerjakan berbagai kegiatan yang telah ditetapkan bersama.
b)      Memvariasikan kegiatan yang mencakup penetapan/penyediaan,  maupun kerja, peralatan, cara kerja, aturan-aturan yang perlu dilaksanakan, serta alokasi waktu untuk kegiatan tersebut.
c)      Menentukan kelompok yang tepat, dalam jumlah, tingkat kemampuan, dll hingga siap mengerjakan tugasnya dengan sumber yang tersedia
d)     Mengkordinasikan kegiatan dengan cara melihat kemajuan serta penggunaan materi dan sumber, hingga dapat memberikan bantuan pada saat yang tepat.
e)      Membagi-bagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa, hingga guru siap datang membantu siap saja yang memerlukan.

0 komentar:

Poskan Komentar