Welcome to My Blog

Thank's For Ur coming........
Hope you'll enjoy it

Senin, 16 April 2012

PAPER ABOUT LKS (WORKSHEET)


A. PENGERTIAN LKS
       Depdiknas (dalam Darusman, 2008:17) menyatakan bahwa LKS adalah lembaran yang berisikan pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan yang terprogram. Sedangkan Shadiq (dalam Andayani, 2005:9) mendefinisikan LKS sebagai lembaran duplikat yang dibagikan guru kepada siswa di suatu kelas untuk melakukan kegiatan atau aktivitas belajar mengajar. Lembaran ini berisi petunjuk, tuntunan pertanyaan dan pengertian agar siswa dapat mempeluas serta memperdalam pemahamannya terhadap materi yang dipelajari.
Sehingga dapat dikatakan bahwa LKS merupakan salah satu sumber belajar yang berbentuk lembaran yang berisikan materi secara singkat, tujuan pembelajaran, petunjuk mengerjakan pertanyan-pertanyaan dan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab siswa.

B.  FUNGSI LKS
Rustaman menyatakan bahwa: penggunaan LKS memiliki fungsi :
1.   Mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran dan membantu siswa memperoleh dan mengembangkan konsep atau prinsip pengajaran.
2.  Sebagai perangkat pembelajaran, LKS digunakan untuk memperlancar dan mempermudah memberi pemahaman konsep-konsep pelajaran.
3.  Dengan LKS siswa dapat mengembangkan keterampilan proses dan diharapkan mampu membangun sendiri struktur pengetahuannya dari data-data yang diperolehnya melalui pengamatan dalam mengamati
4.  Melalui LKS siswa dimotivasi untuk lebih kreatif menemukan jawaban atas keingintahuannya dan meningkatkan kemampuan berfikir, mengobservasi, dan mengkomunikasikan serta berbagai aktivitas lainnya.

C. STRKTUR/ISI/KOMPONEN LKS
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
•  Judul, mata pelajaran, semester, tempat
•  Petunjuk belajar
•  Kompetensi yang akan dicapai
•  Indikator
•  Informasi pendukung
•  Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
•  Penilaian

D. MACAM-MACAM LKS
Menurut Sadiq (dalam Widiyanto, 2008:14) LKS dapat dikategorikan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
a.  Lembar Kerja Siswa Tak Berstruktur.
Lembar kerja siswa tak berstruktur adalah lembaran yang berisi sarana untuk materi pelajaran, sebagai alat bantu kegiatan peserta didik yang dipakai untuk menyampaikan pelajaran. LKS merupakan alat bantu mengajar yang dapat dipakai untuk mempercepat pembelajaran, memberi dorongan belajar pada tiap individu, berisi sedikit petunjuk, tertulis atau lisan untuk mengarahkan kerja pada peserta didik.
b.  Lembar Kerja Siswa Berstruktur.
Lembar kerja siswa berstruktur memuat informasi, contoh dan tugas-tugas. LKS ini dirancang untuk membimbing peserta didik dalam satu program kerja atau mata pelajaran, dengan sedikit atau sama sekali tanpa bantuan pembimbing untuk mencapai sasaran pembelajaran. Pada LKS telah disusun petunjuk dan pengarahannya, LKS ini tidak dapat menggantikan peran guru dalam kelas. Guru tetap mengawasi kelas, memberi semangat dan dorongan belajar dan memberi bimbingan pada setiap siswa.
      Berdasarkan isinya ada dua macam LKS yaitu berisi narasi atau gambar yang diberi keterangan –keterangan dan LKS yang berisi gabungan antara narasi dan gambar yang diberi keterangan –keterangan.
       Berdasarkan langkah kerjanya ada LKS resep dan bukan resep. LKS resep, langkah kerjanya ditulis secara terperinci. Sedangkan LKS bukan resep langkah kerjanya ditulis dengan pertanyaan-pertanyaan pengarah.
    Berdasarkan mtodenya, ada LKS eksperimen dan LKS non-eksperimen. LKS eksperimen yaitu LKS yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan eksperimen dan dapat memuat semua jenis keterampilan proses. Sedangkan LKS non-eksperimen adala LKS yang dijadikan pedoman untuk memahami konsep atau prinsip tanpa melakukan eksperimen dan hanya memuat keterampilan proses tertentu, misalnya meyimpulkan, menjelaskan, menafsirkan, atau menginterpretasikan. Penyajiannya dilakukan melalui diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi.
    Johnstone dan Shauaili (2001) mengungkapkan bahwa LKS eksperimen dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk yaitu LKS ekspositori, LKS inkuiri, LKS penemuan (discovery), dan LKS berbasis masalah.
1.   LKS ekspositori
Karakter yang dimiliki LKS ekspositori adalah:
·        Hasil pengamatan sudah ditetapkan sebelumnya sehingga siswa dan guru tahu hasil akhir yang diharapkan
·        Pendekatannya deduktif, yaitu siswaa menerapkan prinsip umum untuk memahami fenomena yang spesifik.
·        Prosedurnya telah dirancang oleh guru, siswa tinggal melaksanakan percobaan dengan mengikuti prosedur tersebut
2.  LKS inkuiri
Karakter yang dimiliki LKS inkuiri adalah:
·        Hasil pengamatan belum ditetapkan sebelumnya sehingga hasil pengamatan oleh siswa dapat beragam
·        Pendekatannya bersifat induktif, yaitu dengan mengamati contoh yang kompleks/ khusus , siswa mendapat prinsip umum.
·        Prosedur pada LKS dirancang dan dikembangkan sendiri oleh siswa
3.  LKS discovery
Karakter yang dimiliki  oleh LKS discovery adalah:
·        Hasil yang didapatkan sudah ditetapkan sebelumnya, namun hanya guru yang mengetahuinya
·        Pendekatannya bersifat induktif, yaitu dengan mengamati contoh yang kompleks / khusus, siswa mendapat prinsip umum
·        Prosedur telah dirancang oleh guru, siswa tinggal melaksanakan percobaan.
4.  LKS berbasis masalah
Karakter yang dimiliki  oleh LKS berbasis masalah adalah:
·        Hasil pengamatan sudah ditentukan sebelumnya, namun hanya guru yang mengetahui dan siswa belum mengetahuinya
·        Pendekatannya deduktif, yaitu menerapkan prinsip umum untuk memahami fenomena yang spesifik
·        Prosedur dirancang sendiri oleh siswa.